Selasa, April 06, 2010

SERBA-SERBI LAPORAN KEUANGAN

melihat laporan keuangan lebih dekat dan mendalam.....
semoga berguna bagi yang membutuhkan informasi ini......


Pengertian Laporan Keuangan


Fungsi akuntansi dalam perusahaan adalah mencatat transaksi-transaksi yang terjadi serta akibatnya terhadap aktiva, hutang, modal, hasil dan biaya dalam perusahaan tersebut. Transaksi-transaksi yang terjadi ini selanjutnya dilaporkan dalam bentuk laporan keuangan. Beberapa definisi mengenai laporan keuangan yang dikemukakan oleh beberapa ahli antara lain:
Sawir mengemukakan tentang laporan keuangan sebagai berikut: "Laporan keuangan adalah media yang dapat dipakai unluk meneliti kondisi kesehatan perusahaan yang terdiri dari neraca, perhitungan laba rugi, ikhtisar laba ditahan, dan laporan posisi keuangan, (2001.: 2)".Sedangkan Harnanto mendefinisikan laporan keuangan sebagai berikut: "Laporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi, yang meliputi neraca, perhitungan rugi laba dan laba vang ditahan. laporan perubahan posisi keuangan serta catatan atas laporan keuangan, (1987:9) ".

Menurut Munawir laporan keuangan adalah:"laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi vang dapat digunakan sebagai alat unluk berkomunikaxi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak vang berkepentingan dengan utau aktivitas pcrusahaann tersebut, (2000: 2) ".Dan kutipan di atas penulis menarik suatu kesimpulan bahwa laporan keuangan terdiri dan neraca, laporan laba/rugi yang disajikan tiap akhir periode pembukuan (satu periode akuntansi). Sedangkan laporan keuangan lainnya merupakan suatu laporan pelengkap.

Pihak-Pihak yang Berkepentingan Terhadap Laporan Keuangan

Tujuan dari laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan suatu perusahaan. Informasi tersebut bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dari pengambil keputusan ekonomi. Laporan keuangan mempunyai arti yang sangat penting bagi pihak yang membutuhkan atau berkepentingan, pihak-pihak yang membutuhkan antara lain: para pemilik perusahaan/pemegang saham, manajer perusahaan yang bersangkutan, banker, kreditor, investor, pemerintah, mereka yang menggunakan laporan keuangan untuk memenuhi beberapa kebutuhan informasi yang berbeda, beberapa kebutuhan ini adalah meliputi:

1. Para pemilik perusahaan
Para pemilik perusahaan akan berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan untuk dapat menilai sukses atau tidaknya manajer yang diberi kepercayaan orang pemegang saham mengendalikan/memimpin perusahaannya.

2. Manajer perusahaan yang bersangkutan
Laporan keuangan bagi manajer berguna untuk:
  • Mengukur biaya dan hasil (pendapatan) yang telah dicapai periode yang lalu.
  • Menilai mengukur efisiensi dari tiap-tiap bagian yang ada dalam perusahaan.
  • Menilai mengukur hasil kerja dari tiap-tiap individu yang telah diserahi wewenang dan tanggungjawab.
  • Untuk menentukan perlu tidaknya diadakan perubahan kebijakan atau prosedur yang baru sehmgga dapat dicapai hasil yang lebih baik dan meningkat.
  • Untuk memberikan laporan pertanggungjawaban pada pemilik perusahaan atas kepemimpinan selama ini.
3. Bank, kreditor dan investor

Bankir, kreditor maupun investor berkepentingan dengan laporan keuangan itu, sebab dengan membaca laporan keuangan itu mereka dapat menentukan prospek keuntungan perusahaan dimasa datang, mengetahui kondisi kerja pemimpin perusahaan dan kondisi keuangan jangka pendek perusahaan tersebut. Jadi dengan laporan keuangan ini para bankir, kreditor. ataupun investor dapat mengadakan analisa apakah mereka akan terus mengadakan investasi, memberikan kredit bank jangka pendek maupun jangka panjang ataukah menghentikannya sama sekali.

4. Pemerintah

Bagi pemerintah dimana perusahaan itu berdomisili sangat berkentingan dengan laporan keuangan perusahaan terscbut termama untuk:
a. Kepentingan sehubungan dengan pajak
b. Kepentingan perencanaan pemerintah untuk masa yang akan datang terutama yang menyangkut masalah tenaga kena dan kebijakan lain yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Sifat Laporan Keuangan

Menurut Munawir mengenai sifat laporan keuangan adalah sebagai berikut: "Laporan keuangan dipersiapkan atau dibuat dengan maksud untuk memberikan gambaran atau laporan kemajuan (progress report) secara periodik yang dilakukan pihak manajemen yang bersangkutan". Jadi laporan keuangan adalah bersifat historis serta menyeluruh dan sebagai suatu progress report laporan keuangan terdiri dari data-data yang merupakan hasil dari suatu kombinasi antara lain:
Fakta yang telah dicatat (recordedfact). Prinsip-prinsip dan kebiasaan-kebiasaan di dalam akuntansi (accounting convention and postulate). Pendapat pribadi (personal judgment). Fakta-fakta yang telah dicatat berarti bahwa laporan keuangan ini dibuat atas dasar fakta dari catatan akuntansi, seperti jumlah uang kas yang tersedia dalam perusahaan maupun yang disimpan di Bank, jumlah piutang, persediaan barang dagangan, hutang maupun aktiva tetap yang dimiliki perusahaan. Pencatatan dan pos-pos ini berdasarkan catatan historis dan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi masa lampau, dan jumlah-jumlah uang yang tercatat dalam pos-pos itu dinyatakan dalam harga-harga pada waktu terjadinya peristiwa tersebut.

Prinsip-prinsip dan kebiasaan di dalam akuntansi, berarti data yang dicatat itu didasarkan pada prosedur maupun anggapan-anggapan tertentu yang merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim, hal ini dilakukan dengan tujuan memudahkan pencatatan atau untuk keseragaman. Disamping itu di dalam akuntansi juga digunakan prinsip atau anggapan-anggapan yang melengkapi konvensi-konvensi atau kebiasaan yang digunakan antara lain:

a. Bahwa perusahaan akan tetap berjalan sebagai suatu yang going concern atau kontinuitas usaha, konsep ini menganggap bahwa perusahaan akan berjalan terus. Konsekuensinya bahwa jumlah-jumlah yang tercantum dalam laporan merupakan nilai-nilai untuk perusahaan yang masih yang berjalan yang didasarkan pada nilai atau harga pada saat terjadinya peristiwa itu. Terjadi jumlah-jumlah uang yang tercantum dalam laporan bukanlah nilai realisasi jika aktiva itu dijual atau dikuasai,

b. Daya beli dari uang dianggap tetap, stabil atau konstan, walaupun hal ini bertentangan dengan kenyataan namun akuntansi mencatat semua transaksi atau peristiwa dalam jumlah uangnya dan tidak mengadakan perbedaan antara nilai-nilai dari berbagai tahun. Pendapat pribadi (personal judgment), dimaksudkan bahwa walaupun pencatatan transaksi telah diatur oleh konvensi-konvensi atau dalil-dalil dasar konvensi yang sudah ditetapkan yang sudah menjadi standar praktek pembukuan, namun penggunaan dari konvensi-konvensi dan dalil-dalil dasar tersebut tergantung dari pada akuntan atau manajemen perusahaan yang bersangkutan. Pendapat ini tergantung kepada kemampuan atau integritas pembuatnya yang dikombinasikan dengan fakta yang tercatat dan kebiasaan serta dalil-dalil dasar akuntansi yang telah disetujui akan digunakan didalam beberapa hal, diantaranya menggunakan metode untuk menaksir piutang tidak dapat ditagih dan penentuan beban penyusutan serta penentuan umur dan suatu aktiva tetap akan sangat tergantung, pada pendapat pribadi menajemennya dan berdasar pengalaman masa lalu.

Keterbatasan Laporan Keuangan

Dengan melihat beberapa sifat laporan keuangan tersebut di atas maka dapat dilihat bahwa laporan keuangan itu mempunyai beberapa keterbatasan antara lain:
1. Laporan keuangan dibuat antara waktu tertentu (interm report) dan bukan merupakan laporan final.
2. Adanya beberapa standar nilai yang bergabung. Beberapa aktiva, biasanya aktiva tetap dilaporkan berdasarkan harga perolehan dikurangi dengan akumulasi penghapusannya, karenanya nilai aktiva itu dalam laporan keuangan akan tercantum sebesar nilai bukunya.
3. Adanya pengaruh daya beli uang berubah. Daya beli uang dari hari kehari selalu berubah sesuai dengan kehidupan perekonomian sehari-hari.
4. Adanya faktor-faktor yang tidak dinyatakan dengan uang. Laporan keuangan adalah akumulasi dari kejadian-kejadian atau transaksi-transaksi perusahaan yang dapat dinyatakan dengan satuan uang.
5 Laporan keuangan bersifat historis, yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah lewat, oleh karena itu laporan keuangan tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan ekonomi.
6. Laporan keuangan bersifat umum dan bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak-pihak tertentu.
7. Proses penyusunan iaporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran-taksiran dan berbagai pertimbangan.
8. Akuntansi hanya melaporkan informasi yang material.
9. Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian. Bila terdapat beberapa kemungkinan konklusi yang tidak pasti mengenai penilaian suatu pos, maka lazimnya dipilih alternatif yang menghasilkan laba bersih atau nilai aktiva yang paling kecil.
10. Laporan keuangan lebih menekankan pada makna ekonomi suatu peristiwa/transaksi dari pada bentuk hukumnya (formalitas).
11. Laporan keuangan di susun dengan istlah-istilah teknis.
12. Adanya berbagai alternatif metode akuntansi yang dapat digunakan menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber-sumber ekonomi dan tingkat kesuksesan antar perusahaan.
13. Informasi yang bersifat kualitatif dan fakta yang tidak dikuantifikasikan umumnya diabaikan.
14. Nilai yang tercantum dineraca hanyalah nilai pada suatu saat tertentu saja.
15. Analisis harus menyadari kemungkinan adanya suatu window dressing.
16 Nilai beli rupiah makin lemah.

Bentuk Laporan Keuangan

Neraca
Munawir menyatakan bahwa: "Neraca adalah laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang serta modal dari suatu laporan yang disusun pada suatu saat tertentu, (2000:13) ". Menurut Harnanto, neraca adalah: "Suatu laporan yang disusun dengan maksud untuk menunjukkan keadaan (posisi) finansial perusahaan pada saat (tanggal tertentu, (1984: I) ".

Bentuk meraca yang ada pada perusahaan-perusahaan tidak ada yang seragam, bentuk dan susunannya tergantung pada tujuan yang akan dicapai. Bentuk neraca yang lazim digunakan adaiah sebagai berikut:
  • Bentuk skontro, dimana semua aktiva tercantum sebelah kiri/debet dan hutang serta modal tercantum sebelah kanan/kredit.
  • Bentuk vertikal, dalam bentuk ini semua aktiva nampak dibagian atas yang selanjutnya diikuti hutang jangka pendek, hutang jangka panjang serta modal

Laporan Rugi Laba
Munawir mendefinisikan laporan rugi laba adalah: "Laporan rugi laba merupakan sualu laporan yang sistemalis tentang penghasilan, biaya, rugi laba yang diperoleh organisasi suatu perusahaan selama periode tertentu. (2000:26) ". Menurut Harnanto, Laporan rugi/ laba adalah: "Suatu laporan yang disusun dengan tujuan untuk memberikan informasi tentang hasil usaha dan perusahaan, selama jangka waktu yang tercakup dalam laporan tersebut, (1984:1) ".
Bentuk dari laporan rugi laba yang biasa digunakan adalah sebagai berikut:
  • Bentuk single step, yaitu dengan menggabungkan semua penghasilan menjadi satu kelompok, sehingga untuk menghitung rugi/laba bersih hanya memerlukan satu langkah yaitu mengurangkan total biaya terhadap total penghasilan.
  • Bentuk multiple step, dalam bentuk ini dilakukan pengelompokan yang lebih teliti sesuai dengan yang digunakan secara umum.




Analisa Laporan Keuangan
2.2.1 Pengertian Analisa Laporan Keuangan
Salah satu tugas penting manajemen atau investor setelah akhir tahun adalah menganalisa laporan keuangan perusahaan, sedangkan pengertian analisa laporan keuangan oleh beberapa ahli adalah:
Harahap mengemukakan anatisa laporan keuangan sebagai berikut:
"Analisa laporan keuangan yaitu menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungan yang bersifat signifikan atau yang mempunyai makna antara satu dengan yang lain baik antara data kuiantitatif maupun non kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangatl penting dalam proses menghasilkan keputusan yung tepat, (1998:3) ".
Sedangkan menurut Djahidin analisa laporan keuangan adalah:
"Analisa laporan keuangan mencakup penerapan metode dari teknik analitis atas laporan keuangan dan data lainnya untuk melihat dari laporan itu ukuran-ukuran dan hubungan tertentu yang sangat berguna dalam proses pengambilan keputusan (1983) ".
Munawir mengemukakan pengertian analisa laporan keuangan adalah sebagai berikut:
"Mempelajari hubungan-hubungan di dalam suatu setiap laporan keuangan pada suatu saat tertentu dan kecenderungan-kecenderungan dari hubungan ini sepanjang waktu (1998) ".

Metode dan Teknik Analisa Laporan Keuangan

Dalam melakukan analisa laporan keuangan suatu perusahaan digunakan beberapa metode dan teknik analisa. Metode dan teknik tersebut merupakan alat untuk mengukur hubungan antara pos-pos yang ada dalam laporan keuangan sehingga diketahui perubahan dari masing-masing pos tersebut.
Ada dua metode analisa yang digunakan oleh setiap penganalisa laporan keuangan yaitu:

1. Analisa Horisontal (dinamis)
Adalah analisa dengan mengadakan perbandingan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat, sehingga akan diketahui perkembangannya.

2. Analisa Vertikal (stalls)
Perbandingan antara pos-pos yang diliputi periode saja sehingga akan diketahui keadaan keuangan pada saat itu saja.

Teknik analisa yang biasa digunakan dalam analisa laporan keuangan adalah sebagai berikut:
1. Analisa perbandingan laporan keuangan
2. Trend
3. Laporan dengan persentase per komponen (common size statement)
4. Analisa sumber dan penggunaan modal kerja
5. Analisa sumber dan penggunaan kas
6. Analisa rasio
7. Analisa perubahan laba kotor
8. Analisa Break-even

Analisa Rasio Keuangan

Untuk mengetahui kondisi keuangan dan prestasi perusahaan, analisis keuangan memerlukan beberapa tolak ukur. Tolak ukur yang sering dipakai adalah rasio atau indeks, yang menghubungkan dua data keuangan yang satu dengan data keuangan yang lainnya. Rasio menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain, dan dengan menggunakan alat analisa berupa rasio ini akan dapat memperjelas atau memberi gambaran pada penganalisa tentang baik buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu perusahaan terutama apabila angka rasio tersebut dibandingkan dengan data industri yang digunakan sebagai standar. Namun walaupun dengan angka-angka distandarkan, seorang analis harus hati-hati dalam menaksirkan perbandingan itu. Mungkin saja prestasi dan kondisi keuangan seluruh industri memang kurang memuaskan dengan demikian untuk suatu perusahaan yang kebetulan berada di atas rata-rata, tidaklah bisa dikatakan sebagai memuaskan.

Pengelompokan Analisa Rasio Keuangan

Rasio-rasio keuangan dikelompokkan ke dalam lima kelompok dasar, yaitu:

1. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya

2. Rasio Leverage (hutang)
Rasio hutang digunakan untuk mengukur seberapa besar operasi perusahaan dibiayai dari hutang

3. Rasio Aktivitas
Yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas operasi perusahaan dalam memanfaatkan sumber-sumber dana yang ada.

4. Rasio Profitabilitas
Yaitu rasio untuk mengukur efektivitas operasi perusahaan dalam menghasilkan laba.

5. Rasio Penilaian
Yaitu nisbah untuk mengukur kemampuan manajemen untuk menciptakan nilai perusahaan.

Evaluasi Kinerja Keuangan

Untuk mengevaluasi kinerja keuangan suatu perusahaan hal yang pertama dilakukan adalah dengan menganalisis kinerja keuangan. Untuk menganalisis kinerja keuangan ada beberapa analisis rasio keuangan yang digunakan yaitu: analisis likuiditas perusahaan, analisis struktur keuangan, analisis penilaian pasar, analisis kesehatan keuangan perusahaan, dan analisis dengan metode EVA.

Analisis Likuiditas
Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menjelaskan kewajiban jangka pendeknya. Rasio-rasio ini dapat dihitung melalui sumber informasi tentang modal kerja yaitu pos-pos aktiva lancar dan hutang lancar. Pada rasio likuiditas ada 2 rasio yang umum digunakan yaitu:

1. Rasio Lancar = Aktiva Lancar / Hutang Lancar
Rasio ini menunjukkan sejauh mana aktiva lancar menutupi kewajiban-kewajiban lancar. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan hutang lancar semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya. Apabila rasio 1 : 1 atau 100% ini berarti bahwa aktiva lancar dapat menutupi semua hutang lancar.

2. Rasio Cepat = (Aktiva Lancar – Persediaan) / Hutang Lancar
Rasio ini menunjukkan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid mampu menutupi hutang lancar. Semakin besar ratio ini semakin baik.

Analisis Struktur Keuangan
Struktur keuangan adalah bagaimana cara perusahaan mendanai aktivanya. Aktiva perusahaan didanai dengan utang jangka pendek, utang jangka pajang dan modal pemegang saham, sehingga seruruh sisi kanan dari neraca memperlihatkan struktur keuangan. Rasio leverage mengukur tingkat solvabilitas suatu perusahaan, rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi segala kewajiban finansialnya seandainya perusahaan tersebut pada saat itu dilikuidasi. Pada rasio leverage ada beberapa rasio yang umum digunakan tetapi penulis untuk mengevaluasi kinerja keuangan hanya mcnggunakan satu rasio saja yaitu rasio utang yang rumusnya adalah sebagai berikut:

Rasio Hutang = Total Hutang / Total Aktiva

Analisis Aktivitas Perusahaan
Rasio aktivitas mengukur seberapa efektif perusahaan rnemanfaatkan semua sumber daya yang ada pada pengendaliannya. Semua rasio aktivitas ini melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada berbagai jenis aktiva. Rasio-rasio aktivitas yang umum digunakan adalah:
1. Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover)

Inventory Turnover Ratio = Sales / Inventory

Rasio perputaran persediaan mengukur efisiensi pengelolaan persediaan barang dagangan. Rasio ini merupakan indikasi yang cukup populer untuk menilai efisiensi operasional, yang memperlihatkan seberapi baiknya manajemen mengontrol modal yang ada pada persediaan.

2. Periode Penagihan Rata-Rata (Average Collection Period)

Average Collection Period = Piutang / Penjualan Per hari

Rasio ini mengukur efisiensi pengelolaan piutang perusahaan rata-rata jangka waktu penagihan adalah rata-rata jangka waktu lamanya perusahaan hams menunggu pembayaran setelah melakukan penjualan.

3. Rasio Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turnover)

Working Capital Turnover = Penjualan / Modal Kerja Bersih
Modal kerja bersih adalah aktiva lancar dikurangi hutang lancar. Rasio ini mengukur aktiva bersih terhadap kelebihan aktiva lancar atas kewajiban lancar. Rasio ini menunjukkan banyaknya penjualan (dalam rupiah) yang dapat diperoleh perusahaan untuk tiap rupiah modal kerja.

4. Rasio Perputaran Aktiva Tetap (Fixet Asset Turnover)

Rasio Perputaran Aktiva Tetap = Penjualan / Aktiva Tetap

Rasio ini mengukur efektivitas penggunaan dana yang tertahan pada harta tetap seperti pabrik dan peralatan, dalam rangka menghasilkan penjualan atau berapa rupiah penjualan bersih yang dihasilkan oleh setiap rupiah yang diinvestasikan pada aktiva tetap. Rasio ini berguna untuk mengevaluasi kemampuan perusahaan menggunakan aktivanya secara efektif untuk meningkatkan pendapatan.

5. Rasio Perputaran Total Aktiva (Total Assets Turnover)

Rasio Perputaran Total Aktiva = Penjualan / Total Aktiva

Rasio ini menunjukkan efektivitas penggunaan seluruh harta perusahaan dalam rangka menghasilkan penjualan atau menggambarkan berapa rupiah penjualan bersih yang dapat dihasilkan oleh setiap rupiah yang diinvestasikan dalam bentuk harta perusahaan kalau perputarannya lambat, ini menunjukkan bahwa aktiva yang dimiliki terlalu besar dibandingkan dengan kemampuan untuk menjual.

Analisis Kemampulabaan Perusahaan

Kemampulabaan (profitabilitas) merupakan hasil akhir bersih dari berbagai kebijakan dan keputusan manajemen. Rasio kemampulabaan akan memberikan jawaban akhir tentang efektivitas manajemen prusahaan, rasio ini memberi gambaran tentang tingkat efektivitas pengelolaan perusahaan. Ada beberapa rasio kemampulabaan yang umum digunakan, tetapi penulis untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan hanya menekankan pada satu rasio yaitu rasio marjin laba kotor. Rumus dari marjin laba kotor adalah sebagai berikut:

Marjin Laba Kotor = (Penjualan - Harga Pokok Penjualan) / Penjualan
Rasio marjin laba kotor mengukur efisiensi pengendalian harga pokok atau biaya produksinya, mengindikasikan kemampuan perusahaan untuk berproduksi secara efisien. Dalam megevalusi dapat dilihat margin per unit produk, bila rendah maka perusahaan tersebut sensitif terhadap pesaingnya.

Analisa Penilaian Pasar

Rasio penilaian (Valuation Ratio) adalah ukuran yang paling komprehensif untuk menilai hasil kerja perusahaan, kerja rasio tersebut mencerminkan kombinasi pengaruh rasio-rasio dan hasil pengembalian ada. Ada dua rasio yang umum digunakan, tetapi penulis untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan hanya menekankan pada satu rasio yaitu rasio harga terhadap laba atau PER. Rumus dari PER adalah sebagai berikut:

PER = Harga Saham / Laba per Saham

Rasio ini menunjukkan perbandingan antara harga saham di pasar atau harga perdana yang ditawarkan dibandingkan dengan pemdapatan yang diterima. PER yang tinggi menunjukkan ekspektasi investor tentang prestasi preusahaan di masa yang akan datang cukup tinggi.

Analisis Kesehatan Keuangan Perusahaan

Analisa Kebangkrutan Z, adalah suatu alat yang digunakan untuk meramalkan tingkat kebangkrutan suatu perusahaan dengan menghitung nilai dari beberapa rasio lalu kemudian dimasukkan dalam suatu persamaan deskriminan, maka berdasarkan analisa ini apabila nilai Z dari perusahaan yang diteliti lebih kecil dari 1,80 beresiko tinggi terhadap kebangkrutan, bila nilai Z berada diantara 1,81 sampai dengan 3,00 dikatakan masih memiliki resiko kebangkrutan, bila diatas nilai 3,00 atau Z > 3,00 aman dari kebangkrutan. Untuk menghitung nilai Z, terlebih dahulu kita hams menghitung lima jenis rasio keuangan, yaitu:

Working Capital to Total Assets (X1).
Retained Earning to Total Assets (X2).
Earning Before Interest & Taxes to Total Assets (X3).
Market Value of Equty to Book Value of Debt (X4).
Sales To Total Assets (X5).
Selanjutnya nilai Z hitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Z = 0,012 (XI) + 0,014 (X2) + 0.033 (X3) + 0,006 (X4) + 0,999 (X5)

Analisa kebangkrutan Z ini ditentukan oleh seorang peneliti berkebangsaan Amerika Serikat bemama Edward I. Altman yang juga menjabat sebagai Assisten Professor Finance Universitas New York, dalam bukunya The Jurnal of Finance September 1968 dengan judul Finance Ratios, discriminant Analysis And The Prediction Of Corporate Bankruptcy dalam bukunya ia mengatakan tujuan dari nalisis ini adalah:
The predication of corporate bankruptcy is used an illustrative case. Specifically, a set of financial and economic ratio will be investigated in a bankruptcy predication context wherein amultipie discriminant statistical methodology is employe. The data used in the study are limited to manufacturing corporations. Atau ramalan terhadap kebangkrutan perusahaan digunakan sebagai suatu kasus yang membantu menjelaskan. Tegasnya, seperangkat rasio ekonomi dan keuangan akan diteliti dalam suatu kontek ramalan kebangkrutan dimana suatu metodelogi statistik multi diskriminan digunakan data yang digunakan dalam studi di batasi pada perusahaan manufaktur. (sumber: The Jurnal of finance: 1968). Adapun rasio-rasio tersebut adalah:

1. Working Capital to Total Asset
Rasio pertama yang digunakan sebagai alat diskriminan adalah rasio modal kerja terhadap total aktiva, ini seringkali dijumpai dalam studi kasus permasalahan perusahaan, ini adalah ukuran bersih pada aktiva lancar perusahaan terhadap modal perusahaan. Modal kerja bersih adalah selisih antara aktiva lancar dikurangi hutang lancar. Karateristik likuiditas benar-benar ditentukan secara jelas biasanya sebuah perusahaan yang mengalami kerugian-kerugian operasi yang terus-menerus akan menyusutkan aktiva lancar sehubungan dengan total aktiva. Diantara penilaian terhadap rasio likuiditas, rasio ini terbukti paling berharga. Pemasukan variabel ini sesuai dengan studi Merwin yang menilai modal kerja pada rasio total aktiva sebagai indikator terbaik terhadap penghentian terakhir.

2. Retained Earning to Total Assets
Adalah ukuran dari profitabilitas kumulatif lewat waktu disebutkan pada awalnya sebagai satu dari rasio baru. Usia perusahaan dinyatakan secara implisit dalam rasio ini sebagai contoh, sebuah persuahaan baru relatif mungkin akan menunjukkan rasio laba ditahan/total aktiva yang rendah karena tidak adanya waktu untuk menambah laba kumulatif nya. Oleh karena itu, dapat dibuktikan bahwa perusahaan baru nampak berbeda dari analisis ini, dan kesempatan/peluang untuk diklasifikasikan dalam golongan bangkrut relatif lebih tinggi dari yang lainnya, dari pda perusahaan-perusahaan yang lebih tua, jika hal-hal lain diasumsikan tidak mempengaruhi (cateris paribus). Tapi ini merupakan keadaan yang sesungguhnya di dunia nyata. Timbulnya kegagalan lebih tinggi dalam tahun-tahun awal perusahaan.

3. Earning Before Interest and Taxes to Total Assets
Rasio ini dihitung dengan berbagai total perusahaan dengan penghasilan sebelum bunga dan potongan pajak dibagi dengan total aktiva. Pada pokoknya, merupakan ukuran dari produktivitas dari aktiva perusahaan yang sesungguhnya tertepas dari pajak atau faktor leverage. Sejak keberadaan pokok perusahaan didasarkan pada kemampuan menghasilkan laba dari aktiva-aktivanya, rasio ini muncul menjadi yang paling utama sesuai untuk studi yang berhubungan dengan kegagalan perusahaan. Selanjutnya keadaan bangkrut dalam pengertian kebangkrutan terjadi saat total kewajiban melebihi pemlaian wajar perusahaan terhadap aktiva perusahaan dengan nilai ditentukan oleh kemampuan aktiva menghasilkan laba.

4. Market Value Of Equity to Book Value Of Debt
Modal diukur melalui gabungan nilai pasar dari keseluruhan lembar saham preferen dan biasa. Sementara hutang meliputi hutang lancar dan hutang jangka panjang. Ukuran tersebut menunjukkan seberapa banyak aktiva perusahaan dapat menurun nilainya (diukur dari nilai pasar modal ditambah hutang) sebelum kewajiban (hutang) melebihi aktiva dan perusahaan menjadi bangkrut. Sebagai contoh, sebuah perusahaan dengan nilai pasar dari modalnya sebesar 1000 dollar dan hutang 500 dollar dapat mengalami 2/3 penurunan nilai aktiva sebelum kebangkrutan bagaimanapun perusahaan yang sama dengan modal 250 dollar akan bangkrut jika penurunannya hanya 1/3 nilainya. Rasio ini menambahkan dimensi nilai pasar yang tidak ditentukan oleh studi mengenai kebangkrutan lainnya. Rasio ini juga tampak menjadi penentu kebangkrutan yang lebih efektif dan pada rasio serupa yang lebih umum digunakan.

5. Sales to Total Assets
Rasio perputaran modal adalah standar rasio keuangan yang menggambarkan kemampuan peningkatan penjulan dari aktiva perusahaan merupakan suatu ukuran dari kemampuan menajemen datam faktanya signifikan dari ukuran rasio ini tidak dapat ditampakkan semuanya tapi karena relasi yang unik diantara variabel dalam model ini, rasio penjualan/total aktiva menjadi rangking kedua dalam kontribusi keseluruhan ketepatan model diskriminan (The jumal of finance: 1968).

Analisis Kinerja dengan Metode EVA
EVA (Economic Value Added) adalah salah satu cara untuk menilai kinerja keuangan. EVA merupakan indikator tentang adanya penambahan nilai dari suatu investasi. EVA yang positif menunjukan bahwa manajemen perusahaan sesuai dengan tujuan manajemen keuangan memaksimumkan nilai perusahaan. Rumus:

EVA = EBIT - Pajak - Biaya Modal

Eva dapat ditingkatkan dengan cara:
1. Memperoleh lebih banyak laba tanpa menggunakan lebih banyak modal. Cara yang populer dalam hal ini adalah memotong biaya-biaya, bekerja dengan biaya produksi dan pemasaran yang lebih rendah agar diperoleh margin laba yang lebih tinggi.
2. Memperoleh pengembalian (retur) yang lebih tinggi dari pada biaya modal atau investasi baru.
Bila EVA > 0, terjadi proses nilai tambah perusahaan, kinerja keuangan perusahaan baik. Bila EVA = 0 menunjukkan posisi impas besar dari pada laba operasi setelah pajak yang diperolehnya, sehingga kinerja keuangan perusahaan tersebut tidak baik.

Daftar Pustaka
Djahidin, 1983, Analisa Laporan Keuangan, Ghalia Indonesia, Jakarta.
Harnanto, 1984, Analisis Kinerja Keuangan Dan Perencanaan Keuangan Perusahaan, Edisi Pertama, BPFE Yogyakarta.
Munawir, 2000, Analisa Laporan Keuangan, Edisi Keempat, Liberty Yogyakarta.
Sawir, A., 2001, Analisa Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan, PT. Gramedia Pustaka Utama.
Sofyan, 1999, Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan, Edisi Pertama, PT. Raja Grafindo Persada.
Subrolo, B., 1985, Analisa Laporan Keuangan, Edisi Pertama, Liberty Yogyakarta.
Tunggal, AW., 1995, Dasar-Dasar Analisis Laporan Keuangan. Edisi Pertama, PT. Rineka Cipta, Jakarta.

posting by : fajaro
sumber : http://peminatanakuntansikeuangan005.blogspot.com/
»»  READMORE...

Selasa, Januari 19, 2010

KRUENG KALA WATER FALL


Siang itu aku terkejut dan langsung bergegas bangun dari tidur. Aku teringat janji dengan Ampon Denk (Usuluddin), bahwa kami akan berangkat hunting ke air terjun Lhong jam 9 pagi.

Aku langsung menuju salah satu warung kopi yang telah kami sepakati sehari sebelumnya. Saat tiba di warung kopi tersebut, aku basa-basi sejenak (he...he..) karena telah membuat dia menunggu....

Tepat jam 10:30 kami berangkat menuju air terjun Lhong, setelah menikmati secangkir kopi tentunya. Kami berangkat 3 orang. Dordi yang juga semeja dengan kami waktu kongkow di warung kopi juga tertarik untuk hunting bersama.

Jarak Banda Aceh_ Lhong kira-kira lebih kurang 40 km. Dapat di tempuh sekitar 1 jam perjalanan. Kamipun menyusuri jalan baru menuju Lhong bersama-sama. Jalan menuju Lhong saat ini sangat berbeda dengan kondisi setelah Tsunami 2004. Jika merunut-runut kebelakang, sebelum jalan ini selesai. Kita membutuhkan sekitar 2-3 jam perjalanan untuk sampai di Lhong. Karena kita harus melalui jalan yang belum jadi dan berlobang dimana-mana, yang tentunya kita tidak dapat melaju dengan lancar. Namun itu tidak lagi kita rasakan sekarang. Sekarang ini malah kita akan disungguhkan semacam terapi bagi jiwa jika kita melalui jalan ini. Dengan pemandangan laut lepas dan jalan yang luas, memberikan kita semacam sensasi lain.

Begitu kami sampai di air terjun. Suasana tidak begitu ramai. Maklum hari itu bukan lah hari minggu yang merupakan puncak kunjungan ke air terjun. Sesaat kami istirahat di sebuah kedai untuk menikmati suasana air terjun sambil istirahat setelah lelah berkendara satu jam lebih.

Disitu kami lihat anak kecil yang sedang melompat di bawah air terjun dan beberapa lagi sibuk berenang dengan gembiranya. Itu menjadi santapan empuk Ampon Denk dan Dordi dengan kamera masing-masing.

Beberapa saat setelah mereka menganbil gambar. Kami beranjak menuju arah hulu Krueng Kala. Karena disitu pun ada air terjun yang tentunya tidak seramai di bawah. Saat kami sampai di air terjun hulu beberapa pemuda kampung sedang asik-asiknya memancing ikan (ikan kerling-bahasa sekitar). Namun begitu melihat kami hendak mandi mereka dengan senangnya mempersilahkan kami mandi tanpa ada rasa terusik sedikit pun.

Disini air terjunnya tidak begitu tinggi namun ada ruang untuk kita berenang. Hal seperti itu tentunya memancing gairah kami bertiga untuk segera mandi dan merasakan kesejukan dan kesegaran airnya. Setelah puas mandi dan hunting. Kami bergegas pulang. Karena ada satu tempat lagi yang ingin kami tuju yaitu Geurutee. rencananya kami akan menikmati sunset di situ.


Namun apa hendak dikata kami tidak dapat melihat sunset karena berhubung cuaca mendung dan di laut hujan.


cerita@ fajaro
fhoto@ Dordi & Ampon Denk



»»  READMORE...

Selasa, Januari 12, 2010

SINERGISITAS

Entah kenapa tiba-tiba saja saya teringat akan sebuah bacaan yang menurut saya sangat menarik dan kiranya itu mampu memberi efek kepada siapa saja yang akan membacanya.....

Sambil menunggu bola antara Manchester city VS Blackburn Rovers. Saya pun menyalinnya ke blog ini. Lumayan, sebagai tambahan posting...(he...he...he...)

Selamat membaca...

Kisah bermula di sebuah Kongres Anggota Tubuh Manusia. Pak Jantung memimpin sesi sidang "Pemberian Penghargaan pada Anggota Tubuh Manusia Terpenting Tahun ini". Dalam pidato pengantarnya, Pak Jantung berkata, "Saudara-saudaraku sesama anggota tubuh, sebagaimana kita tahu tuan kita sangat menginginkan kita kinerja kesehatannya meningkat tahun ini. Peningkatan n hanya mungkin kalau kita semua memperbaiki kinerja masing-masing. Nah, untuk memicu peningkatan kinerja itu, tuan kita berkenan memberikan penghargaan kepada anggota tubuh terpenting. Untuk itu, kita harus menentukan siapa di antara kita yang layak untuk mendapatkannya".

Sidang seketika hening. Semua bingung karena sulit untuk menentukannya. Mas Mata merasa dirinya paing penting karena tanpa dirinya, tuannya pasti akan kelimpungan ketika berjalan. Jeng Bibir juga merasakan hal yang sama karena dialah juru bicala andalan tuannya. "Coba kalau saya mogok kerja, pasti tuan dikira bisu!" Pak Jantung tak mau kalah, "Kalu saya mogok kerja 1 detik saja. dunia pasti kiamat bung!" Akhirnya, ruangan kongres pun gaduh. Gaduh sana dan gaduh sini.

Sesaat kemudian, Pak Jantung mengetu meja sidang, "Diam semua. Setelah saya pikirkan masak-masak, sulit sulit bagi kita untuk mencari siapa yang paling penting. Bagaimana kalau sebaliknya, kita cari saja siapa yang paling tidak penting. "Pak Jantung berbicara semangat sekali sambil melirik salah satu peserta yang pendiam, yakni Bang Lubang Kentut. Upss. Tak dinyana, semua koor, "setujuuuu".

Akhirnya secara aklamasi, pilihan jatuh bulat-bulat pada-siapa lagi kalau bukan-bang Lubang Kentut! Serta merta Bang Lubang Kentut protes mengajukan PK, Peninjauan Kembali. Tapi sia-sia saja. Protes bang Lubang Kentut tenggelam dalam keriuhan sidang. Dan, tak lama kemudian sidangpun usai. Bang Lubang Kentut terdiam. "Apa yang aku lakukan untuk tuanku, ternyata tidak berharga sam sekali," batinnya. "Baiklah. Akan aku tunjukkan bahwa apa yang mereka putuskan itu salah besar.

Maka mulailah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sang tuan pun demam. Kadang panas kadang dingin. Satu persatu anggota tubuh unjuk sakit. Pak Jantung mengeluh, detak jantungnya lain dari biasanya. Yang biasanya stabil sudah tidak lagi. Jeng Bibir meradang, setiap kali bertugas pasti orang di sekitar tuannya ramai-ramai menutup mulutnya masing-masing. "Ada bau tak sedap," kata mereka. Mas Mata juga begitu, "Aku sering kelilipan dan berkunang-kunang, padahal tidak ada kunang-kunang yang hinggap pada diriku. Kenapa ya?" lalu, semua berkumpul. "Ya...ya...ya...kami juga!" Sungguh tidak seperti biasanya.

Mereka pun menunjuk tim investigasi untuk menuntaskan kasus ini. Setelah mendapat petunjuk dari sejumlah saksi, tim pun menangkap Bang Lubang Kentut sebagai satu-satunya tersangka. Akhirnya, di hadapan majelis hakim. bang Lubang Kentut pun mengakui bahwa ini semua terjadi karena dirinya melakukan mogok kerja. Jiak tuannya ingin buang angin, ia tidak merespon. Kalu tuannya ingin BAB, ia cuek saja. Pokoknya ibarat keran air, dirinya mengunci rapat-rpat keran itu. Mbah Kumis ketua majelis hakim yang berwibawa pun bertanya, "Jujurlah padaku. Apa sebenarnya yang kamu inginkan?".

Bang Lubang Kentut terbata-bata berkata, "Saya ingin menyadarkan semua pihak, meskipun posisi saya di bawah, tak elok dipandang, bukan berarti saya lantas tidak penting. Semua anggota tubuh sam pentingnya. Sudah sepantasnya kita saling sinergi sesuai dengai core/fungsinya masing-masing."

cerita ini dikutip dari : Buku, Be The Best (not "be asa"). Muhammad Karebet Widjajakusuma.
»»  READMORE...

Minggu, Desember 13, 2009

MOTIF KERAWANG GAYO


Motif kerawang hanya terdiri dari empat bagian, jikalau adapun tambahan lainnya sudah merupakan hasil dari variasi. Adapun empat bagian itu adalah (1) Emun Berangkat (2) Pucuk Rebong (3) Tapak Tikus dan (4) Tai Kukur.

  1. Emun Berangkat (Awan Berangkat) yang menyerupai huruf S sambung menyambung, putar berputar. Ini melambangkan perjuangan hidup dalam menempuh kehidupan. Suka duka, susah senang, sempit luas. Ada masa-masa tertentu yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan tidak ada jalan lurus, yang ada hanya liku-liku mendaki dan menurun. Itu merupakan pakaian hidup untuk berjuang
  2. Pucuk Rebung, menggambarkan bukit barisan atau segitiga sama kaki yang dijahit lurus-lurus dari pendek lebih panjang, lebih panjang lagi, lebih panjang lagi kemudian menurus beberapa kali. demikian berulang-ulang. ini menunjukkan kesatuan ikatan dalam masyarakat baik dalam kedudukan dan dalam hal keadaan. Ada yang rendah ada yang tinggi, ada yang kaya ada yang miskin. Semua bersatu padu.
  3. Tapak tikus dilambangkan sebagai bundaran bulat sebanyak empat buah diantara bundaran itu dipisahkan oleh garis, bundaran kecil ini agak rapat ke tengah. Ini menggambarkan sarak opat yaitu: reje, cing, imem dan petue.....
  4. Tai kukur menyerupai rantai melambangkan rakyat genap mufakat.

Sekarang ini kerawang sudah banyak variarsi tambahan untuk memperindah dan terkadang melupakan makna yang terkandung dari kerawang itu sendiri.

Tulisan ini disadur dari tulisan (Alm) Ayahanda tercinta Drs. Mukthaman Bale dengan judul tulisan "Kerawang Merupakan Aset Daerah"........
»»  READMORE...

PINTE

Sebuah puisi dari Almarhum Ayahanda tercinta semasa kuliah (1972). Disadur sesuai tulisan aslinya.....
Ayahku......dor wan ni atengku......

----PINTE----
Gibdi ilen langkah si kualihen
Sawah ke die ku pinte ni tubuh

Kuarap jelen dum si tulok
I kodok rui rum ranjo betama
Benne ku ruwesku bele mu timpe

Dene sikutung...........
Djeram beserit wani kekire
Bewene ilit bewene nume

Djelen sigere beturuh
Bewene gere eruh
Tubuh mangani ate

Turah-turah aku beluh
Ngenal suluh ni rembege
Turah-turah aku besesunguh
Achirat denie........
Bahgie si ku pinte,-



WAN SEKULAH.
24-3-1972

Oleh : emtebe
»»  READMORE...

Jumat, Mei 01, 2009

konten-konten dalam neraca

Beberapa konten dalam neraca yang perlu di ingat untuk pembelajaran lebih mendalam mengenai dasar-dasar akuntansi.

Aktiva Lancar

Aktiva lancar merupakan suatu komponen dalam neraca yang tidak lain berisi harta perusahaan yang dapat diharapkan bisa dikonversikan menjadi uang kas dalam kurun kurang dari satu tahun atau satu siklus bisnis perusahaan. Perkiraan yang dapat dikategorikan sebagai aktiva lancar adalah:

- Kas atau ekuivalen kas yaitu terdiri dari uang kas di brankas perusahaan, rekening koran, deposito, dan lainnya.

- Surat berharga yaitu termasuk di sini investasi perusahaan dalam bentuk surat berharga seperti saham yang dapat diperjualbelikan seketika, surat pengakuan hutang, obligasi, dan lain-lain yang dapat diperjualbelikan.

- Piutang yaitu dimana suatu perusahaan mempunyai hak untuk menagih utangnya kepada pihak lain yang berhutang, piutang ini dapat direalisasikan menjadi kas jika sudah ada pembayaran atau menjual piutang kepada orang lain.

- Persediaan yaitu biasanya merupakan harta lancar yang diperkirakan dapat dikonversi menjadi kas lewat penjualan persediaan barang jadi. Persediaan bahan baku atau barang setengah jadi akan berubah menjadi kas lewat serangkaian produksi tambahan, yaitu barang jadi -> dijual -> Piutang/kas -> dibayar (jika piutang) -> Menjadi kas.

- Biaya dibayar dimuka maksudnya perkiraan ini diletakan sebagai aktiva lancar karena dianggap sebagai harta perusahaan yang diserahkan pada pihak lain dan dapat diambil seketika. Contohnya, perusahaan membayar sewa kantor untuk 3 tahun, pada saat neraca disusun sewa baru berjalan 5 bulan, maka biaya sewa 2,5 tahun adalah biaya dibayar dimuka.

- Aktiva lancar lainnya yaitu aktiva yang memiliki kriteria aktiva lancar namun jumlahnya sangat kecil.


Properti dan Perlengkapan

Maksud dari komponen atau kelompok aktiva ini adalah harta tetap perusahaan berupa mesin, rumah, kantor, gedung, alat-alat kantor. Untuk perlengkapan biasanya masuk kedalam aktiva lancar, karena biasanya perlengkapan masa usia gunanya kurang dari satu tahun. Untuk aktiva tetap sendiri usia gunanya adalah lebih dari satu tahun seperti mesin, gedung, tanah, dll. Dan perlu diingat bila aktiva tetap ini dimaksudkan untuk dijual kembali maka akan digolongkan kedalam kelompok aktiva lancar.

Aktiva tidak berwujud

Mendengar namanya saja sudah pasti aktiva ini tidak memiliki fisik alias tidak bisa dilihat, aktiva seperti ini memang ada seperti hak paten, hak royalti, atau hak lainnya.

Utang Lancar

Utang lancar adalah kelompok utang yang berisi tagihan yang harus dibayar oleh perusahaan dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Dengan kata lain, bila perusahaan memiliki utang yang dicicil dalam jangka waktu 10 tahun maka cicilan yang akan jatuh tempo untuk tahun tersebut harus dikategorikan sebagai utang lancar.

- Utang jangka pendek -Merupakan bagian dari utang jangka panjang yang jatuh tempo.

- Utang dagang -Berupa utang pembelian bahan baku, bahan pembantu atau utang lain dalam rangka proses produksi dan jasa.

- Biaya yang dicadangkan -Merupakan manfaat yang sudah dinikmati perusahaan naum belum ditagih oleh pihak lain, akan tetapi ketika ditagih maka harus dibayar segera. Misalnya, pemakaian listrik dan telepon yang baru akan ditagih pada bulan yang akan datang. Pada tanggal neraca disusun perkiraan penggunaan tersebut harus dibukukan sebagai biaya yangn dicadangkan.

- Utang pajak-ini merupakan utang pajak kepada pemerintah yang harus dilunasi selama tahun berjalan.

Utang Jangka Panjang

Utang jangka panjang adalah utang perusahaan yang jatuh tempo bukan pada tahun berjalan. Porsi yang akan jatuh tempo pada tahun berjalan harus dipindahkan ke kelompok utang lancar.

Modal

Modal merupakan kelompok yang berisi klaim dari pemilik terhadap perusahaan. Biasanya pada urutan pertama sajikan saham pemilik. Berikutnya adalah agio saham (harga jual saham di atas harga nominal) atau additional paid in capital.

»»  READMORE...

Jumat, Juli 11, 2008

EKSPEDISI JELAJAH KRUENG TEUNOM 2008











INI ADALAH TULISAN EJKT YANG DILAKUKAN OLEH UKM PA LEUSER UNSYIAH PADA BULAN APRIL 2008. Ini merupakan penjelajahan pertama oleh sebuah organisasi kepencintalaman. Jelajah ini merupakan susur sungai di sepanjang tepi bagian kiri krueng Teunom ditambah dengan pendokumentasian perjalanan baik berupa fhoto atau pun film kegiatan.


by. TIM EJKT '08 UKM PA LEUSER UNSYIAH.



EKSPEDISI JELAJAH KRUENG TEUNOM

MAPALA LEUSER UNSYIAH 2008

Unit Kegiatan Mahasiswa Pencinta Alam LEUSER Universitas Syiah Kuala kembali mengadakan kegiatan eksplorasi sungai dalam paket ekspedisi alam bebas. Ekspedisi ini bernama “Jelajah Krueng Teunom 2008” yang telah diselenggarakan dari tanggal 3 s/d 19 April 2008. Kegiatan yang disponsori oleh Meucica Adventure ini merupakan agenda perdana penelusuran di Sungai (krueng dalam bahasa Aceh disebut sungai_red) Teunom – Nanggroe Aceh Darussalam ini. Kegiatan ini juga merupakan Program Besar Pengurus UKM-PA LEUSER UNSYIAH periode 2007/2009.

Krueng Teunom adalah adalah salah satu sungai besar yang berada dalam wilayah Nanggroe Aceh Darusalam tepatnya (80 %) berada di wilayah Kabupaten Pidie selain sebagian hilirnya masuk dalam wilayah Aceh Jaya. Sungai dengan total panjang lebih 70 km ini berasal dari 3 (tiga) Sub Daerah Aliran Sungai utama yaitu Krueng Geumpang, Krueng Tangse dan Krueng Sikuleh yang mengairi 3 Kabupaten di Nangggroe Aceh Darussalam yaitu Kabupaten Pidie, Kabuapten Aceh Barat dan Kabupaten Aceh Jaya.

Ekspedisi yang dirancang selama 4 bulan ini berlangsung selama 15 hari perjalanan dengan 12 hari berada (dalam penelusuran) di sungai dan 3 hari di hutan untuk “keluar” dari sungai. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan observasi dan pemetaan sungai untuk jalur pengarungan (rafting) serta memperoleh dokumentasi bentang alam sekitar (foto dan video) selain mengamati kehidupan sosial masayarakat setempat. Walaupun panjang sungai mencapai ± 55 km, namun pada penjelajahan di kawasan ini Tim Ekspedisi hanya mengambil track sepanjang 17 km dari start point Kr. Teunom hingga Kawasan Kuala Geupoh, Geumpang. Meskipun dengan jarak demikian, dari hasil pemetaan sungai yang dilakukan oleh Tim yang terdiri dari Said Murthaza Al Mahdaly (Ketua Tim), Uun Fajaruna (fotografer dan kameramen), Abdul Hadi (Koord. River Mapping), Mukhiyar Ali (Navigator) dan M.Aritanoga (Leader) memperlihatkan disalah satu track Krueng Teunom terdapat jeram-jeram dengan grade III+, IV+ dan grade V (extreme difficult). Oleh beberapa kalangan Pencinta Alam baik di Aceh maupun diluar Aceh, karakter sungai ini masih menjadi topik yang menarik diperbincangkan apalagi bila dikaitkan dengan kegiatan rafting (Arung Jeram). Dimana sungai ini masih sangat “hidden” untuk dijadikan ajang ORAD dibanding Sungai Alas, Krueng Tripa atau Krueng Peusangan yang sebenarnya masih setara atau dibawah Krueng Teunom dari sisi akses dan kesulitan scouting dilapangan. Hal ini dikarenakan untuk mengarungi sungai ini, diperlukan observasi dan survey (jalur pengarungan) akurat yang hanya dapat dilakukan dengan penjelajahan (susur sungai) selama lebih dari semingu. Lamanya penelusuran (penjelajahan) sungai ini karena medan yang dilalui sepanjang tepi sungai ini bervariasi. Mulai dari high walking, tracking, snappring, scrambling, hingga rock climbing. Dan untuk mewujudkan kenyataan mengarungi sungai ini, setiap pegiat Arung Jeram seyogyanya harus mau “mengambil” tantangan untuk mengadakan eksplorasi sepanjang sungai sebelum melakukan ekspedisi Arung Jeram. Tentunya dengan persiapan matang dan fisik yang prima. Atau dengan kata lain, dibutuhkan ekplorasi dalam skala yang relatif besar untuk mewujudkan impian mengarungi sungai ini. Persiapan ekspedisi ini sendiri dimulai sejak medio Desember 2007. Dimulai dari survey awal profil lokasi start ekspedisi, pembentukan Tim serta persiapan lainnya. Dukungan yang diberikan oleh berbagai pihak termasuk Pemda Pidie serta Muspika Mane (salah satu kecamatan dalam Wilayah Pidie – NAD) sangat berguna untuk kesuksesan dan keberhasilan ekspedisi penjelajahan ini.

Skenario dan strategi yang matang dipersiapkan oleh Tim dengan segala kemungkinan-kemungkinan terburuk termasuk mempersiapkan Tim Tracker untuk antisipasi-antisipasi kondisi emergency. Tim yang diberangkatkan dalam kegiatan ini berjumlah 5 orang yang telah melalui proses seleksi diBanda Aceh selama 2 minggu.

Cerita duka yang terjadi di Krueng Teunom ini membuat adrenaline Tim berpacu saat menyusurinya. Tragedi yang memilukan terkahir terjadi adalah di tahun 2007 dimana satu unit mobil penumpang jenis Mitsubishi L300 yang menuju Banda Aceh dari Meulaboh terjungkal ke sungai (berdekatan dengan start eksplorasi Tim) yang menyebabkan 6 orang meninggal ditempat dan 3 orang dinyatakan hilang terbawa arus yang sampai sekarang belum diketahui jenazahnya. Upaya pencarian juga telah dilakukan secara maksimal namun belum menunjukkan hasil. Saat Tim Ekspedisi Mapala LEUSER Unsyiah sedang melakukan penelusuran, Tim menemukan salah satu bagian dari mobil tersebut di jarak kurang lebih 4 km dari titik kecelakaan. Bagian-bagian mobil yang lain juga telah ditemukan oleh warga seperti pintu mobil dan ain-lain yang bentuknya nyaris tidak dikenali lagi. Dijarak 2 km dari start Tim menemukan bangunan berupa Alat Ukur Air yang menurut warga merupakan buatan Jepang ditahun 1970-an.

Hari-hari selama perjalanan, Tim selalu ditemani oleh kesunyian lembah dan riam jeram yang setia mengantar Tim menembus lembah rimba raya Krueng Teunom. Berada di sungai selama 13 hari dengan agenda utama pemetaan dan dokumentasi, Tim terpesona dengan bentang alam yang disajikan oleh sungai ini. Mulai dari waterfall dengan ketinggian rata-rata 10 – 15 meter yang jumlahnya mencapai puluhan ditepi sungai, bibir-bibir sungai yang berbatu (rapi tertata) layaknya buatan manusia, flat sepanjang 200-300 meter dengan diapit tebing-tebing alam, delta berpasir yang banyak ditemukan selama penjelajahan namun tidak ter_proyeksi di peta, pantai-pantai berpasir, kanopi-kanopi tebal yang menyuguhkan keteduhan dan yang pasti hijau dan alaminya hutan primer disepanjang sungai. Namun tidak selamanya keindahan dibayar murah. Ada klise dibaliknya. Serangan agas dimalam hari mampu menyerang seluruh bagian tubuh tak terkecuali kepala (rambut), parasit penghisap darah secara perlahan membuat Anggota Tim banyak kehilangan darah meski menggunakan gaiter atau kaos kaki, “serangan” kutu air, fluktuasi suhu lembah serta kewaspadaan terhadap bandang yang bisa sewaktu-waktu datang dimalam hari.

Penjelajahan disungai selama 13 hari akhirnya berhasil diselesaikan yang ditandai dengan sampainya Tim dititik muara Krueng Geupoh (salah satu Sub DAS Teunom). Ada yang mengejutkan disekitar lolaski yang berjarak 12 km dari pemukiman terdekat ini yaitu ditemukannya bangkai truk sebanyak 2 unit yang diperkirakan telah lebih 10 tahun ditinggalkan. Seperti tergambar dalam peta, disekitar Muara Kr. Geupoh terdapat akses jalan non-aspal (untuk kendaraan jenis truk) menuju Geumpang sepanjang ± 12 km dari bibir sungai yang dibuat lebih dari 20 tahun yang lalu (menurut cerita masyarakat setempat). Kini jalan tersebut ditumbuhi semak belukar bahkan dibeberapa titik terdapat pohon yang berdiameter 5 – 10cm. Kini akses tersebut tidak lagi seperti tergambar di peta, melainkan telah banyak dibuat jalur-jalur alternatif oleh masyarakat yang pernah melintas disana. Sehingga sedikit membingungkan bagi Tim dalam pengambilan alternatif jalur yang efektif sebagai “escape route”.

Penjelajahan di rimba hutan Geumpang mewajibkan Tim menggunakan Navigasi Darat sebagai “guide” dalam perjalanan. Tim juga sempat melintasi G. Singgah Mata (± 500mdpl) yang berada dalam “Jalur Keluar” yang di plotting oleh Tim ketika telah menyelesaikan agenda di sungai. Pertarungan di rimba raya ini tak kalah menantangnya dibanding dengan saat disungai meskipun waktu atau temponya nyaris 3 : 1. Ketua Pelaksana Kegiatan, Uun Fajaruna yang juga merupakan Koord. Dokumentasi Tim juga beberapa kali mengalami kesulitan dalam pengambilan gambar dilapangan dikarenakan cuaca disekitar sungai dan kawasan hutan sering diguyur hujan.

Tentunya masih banyak lagi kisah-kisah perjalanan atau cerita-cerita dari Kr. Teunom atau tempat-tempat lain di Tanah Air ini. Sebagai bagian dari Pencinta Alam, sudah satnya Kita terus memaksimalkan eksplorasi-eksplorasi di kawasan-kawasan yang sangat jarang dikunjungi. Pastinya dengan tujuan yang bermanfaat serta menambah pengetahuan tentang potensi kekayaan alam yang Kita miliki. Terlepas tujuan akhir dari perjalanan adalah kembali dengan selamat dan pulang membawa manfaat (DoeL_21). Amien..

»»  READMORE...

Selasa, Juli 01, 2008

SPAIN. EURO Champion 2008

final euro 2008 yangberlangsung di Wiena Autria pada minggu malam 29 Juni 2008 kemaren sungguh menyajikan tontonan yang sangat menarik bagi pencinta dan penikmat bola di seluruh dunia. bisa dipastikan tidak ada tempat tontonan yang sepi dari kumpulan orang-orang untuk menyaksikan pertandingan final antara Spanyol versus Jerman.

tentunya setiap orang ataupun kelompok sudah mempunyai jagoan yang akan dibela dan dinantikan untuk menjadi juara pada perhelatan pesta sepak bola terbesar di jagad benua biru itu. ada yang memihak Jerman dan tentu pula ada yang memihak Spanyol.

Jerman datang menuju laga final itu dengan penuh percaya diri dan sangat yakin akan mampu menjadi juara. mereka memang terkenal dengan spesialis tournamen. Sementara Spanyol datang dengan bekal kepercayaan diri dan harapan inilah masa mereka merebut kembali kejayaan sebagai penguasa eropa dengan menjuarai Euro kali ini.

Sejak kick off dimulai kedua tim bermain sangat hati-hati dan bermain agak lambat. bar setelah menit ke sepuluh permainan agak terbuka dan kedua tim saling menyerang satu sama lainnya. namun yang beruntung kali ini adalah Spanyol dengan Fernando Torresnya. dimana pemain ini mencetak gol semata wayang kemenangan Spanyol atas Jerman malam itu pada menit ke 33. Dimana dengan skill yang luar biasa dia mampu men chi bola melewati kiper Jerman Jens Lehman untuk menyobloskan bola ke gawang Jerman. 1-0 untuk Spanyol.

setelah gol itu Jerman sedikit bangkit dan melakukan perlawanan denangan serangan balik yang cepat, namun tetap tidak mampu menjebol gawang Spanyol ynag dikawal ole Iker Cassilas. 1-0 kedudukan tetap hingga pertandingan usai.

memasuki babak kedua, Jerman sedikit merubah permainan dan belum juga bisa menyamakan kedudukan. silih berganti kedua tim melakukan serangan namun sampai babak kedua berakhir skor untuk Spanyol tetap tidak berubah.

Ada keanehan sedikit yang ditunjukkan oleh Jerman malam itu dimana kesebelas pemain tidak menunjukkan karakter mereka selayaknya pada pertandingan-pertandingan sebelumya. dipertandingan final itu Jerman lebih bisa dibilang melempem dan bgai diajrakan bermain bola oleh Kesebelasan Spanyol yang begiu sempurna memainkan bola namun kadang-kadang terlalu lambat dan tidak begitu bringas dan mematikan. Spanyol lebih suka memainkan bola dari kaki ke kaki dan tidak mau langsung menusuk ke pertahanan Jerman.

satu hal lagi yang boleh dibilang aneh. malam itu Jerman seperti tidak mempunyai senjata tak terduga yang menjadi andalan dan ciri khas mereka pada setiap pertandingan. semua bola yang dikuasai oleh Pemain Jerman dengan mudah dpa tdi baca oleh Pemain-pemain Spanyol.

namun pertaningan bola tetap di lakukan 2x 45 menit dan Jermn tidak bisa menyamakan kedudukan. sehinggga Spanyol lah yang berhk mengangkat Tropi piala eropa edisi ke-13 ini dan mereka mencata hasil yang sempurna dengan tidak pernah kalah dan salah satu penyerang mereka juga menjadi top skor tournamen. (David Villa).


selamat buat Spanyol...

Adios Spain........
»»  READMORE...

Sabtu, Juni 21, 2008

semangat turki

gilaaaaa....
hanya itu yang dapat di katakan oleh para penonton yang menyaksikan pertandingan antara turki vs kroasia 21-16-2008.

mulanya para pengila bola tidak pernah menyangka bahwa kesebelasan turki akan memberikan perlawanan yang sangat alot dan tanpa mengenal lelah mengadapi kesebelasan kroasia.

seluruh pemainnya seperti tak pernah kehilangan tenaga bahkan semakin lama semakin bertenaga dalam menjalani pertandingan 2 x 45 menit pertandingan plus 2 x 15 menit perpanjangan waktu.

selama 90 menit pertandingan normal mereka terus berlari bak singa kehausan dalam mengejar bola untuk memenangkan pertandingan. namun bukan membuat kroasia kehilangan arah dalam menjalani pertandingan, bahkan kroasia juga memberikan perlawanan yang seimbang dalam menghadapi partai perempat final euro 2008 kali ini.

namun yang paling membuat kita akan selalu mengingat kejadian-kejadian selama pertandingan itu adalah apa yang dilakukan oleh tim turki dalam mengejar ketertinggalan pada saat waktu tersisi 1 menit lagi dalam perpanjangan waktu. dimana pada saat itu kroasia seperti sudah memukul habis truki dengan gol yang diciptakan pada menit ke-119 oleh ivan klasnic yang menerima unpan modric.

tapi apa yang terjadi membuat kita sadar bahwa semangat itu sangat penting dalam sebuah pertandingan dan juga harus di jaga sampai akhir. siapa yang menduga bahwa dalam keadaan yang seperti tiu turki dapat menyamakan kedudukan ditengah euforia para pemain dan pendukung kroasia sehingga pertandingan harus dilanjutkan dengan tos-tosan melalui adu pinalti. dan kita semaua tahu apa yang terjadi, turki menang 3-1 dari kroasia.


sekali lagi gila buat turki.
»»  READMORE...